Minggu, 04 Januari 2009

Merangkak, Berdiri dan .... Berjalan

Sebuah Proses yang Luar Biasa!

Salah satu milestone perkembangan bayi yang memukau adalah saat-saat ia mulai merangkak. Dan, tanpa Anda sadari, tahu-tahu si kecil sudah bisa berjalan. Benarkah semuanya berlangsung kilat?

Berjalan adalah salah satu tonggak perkembangan motorik kasar yang penting bagi si kecil. Sementara Anda, sang orang tua, melihatnya sebagai momen yang membanggakan sekaligus mengharukan. Motorik kasar adalah bagian dari aktivitas motorik yang melibatkan otot-otot besar. Nah, otot-otot ini diperlukan ketika ia duduk, merangkak, dan juga berjalan.

Usia 7–8 bulan: mulai merangkak sampai coba-coba berdiri

Di usia ini, biasanya si kecil lagi senang-senangnya mengangkat dan menurunkan bokong serta punggungnya. Ia juga mulai memamerkan kekuatan kedua kaki mungilnya. Begitu ditaruh di atas pangkuan, ia akan meloncat-loncat gembira dan menggoyang-goyangkan kakinya.

Selain itu, bayi Anda juga akan memperlihatkan kepandaiannya merangkak. Aktivitas ini paling banyak mendapat sorotan dari para orang tua. Sesudah puas merangkak, kepiawaiannyapun akan bertambah lagi. Di usia 8 bulan, si kecil mulai bisa mengangkat tubuhnya ke posisi berdiri. Biasanya ia akan menumpukan kedua tangannya pada meja, kursi atau perabot rumahtangga apapun yang bisa menahan berat badannya. Nah, latihan berdiri ini bukannya tanpa arti. Sebetulnya, bayi Anda sedang melatih perkembangan otot-otot kakinya.

Usia 9–10 bulan: gencar merambat dan “berjalan”

Memasuki usia 9 bulan, kepandaian si kecil dalam berdiri terus berlanjut. Bedanya, ia tidak melulu berdiri dengan bertumpu pada aneka perabot rumahtangga saja, melainkan sudah mulai merambat. Ingin tahu bagaimana caranya ?

Secara perlahan, kedua tangan bayi Anda akan bergeser ke samping. Nah, gerakan ini akan diikuti oleh “langkah” kedua kakinya. Tak usah cemas,bila ia jatuh ia pasti akan segera bangun lagi. Jatuh bangun adalah proses yang sangat wajar dialami bayi ketika mengasah keterampilan berjalan. Makanya, keamanan di sekitarnya harus terjaga dengan baik.

Yang pasti, di usia ini, kepandaian si kecil dalam belajar berjalan makin oke. Jika Anda memegang kedua tangannya, ia akan menapak dan mulai melangkah. Lama kelamaan otot-ototnya semakin terlatih dan ia makin semangat untuk menjajal kemampuannya berjalan.

Walaupun kian giat berlatih jalan, sesekali ia masih suka merangkak. Nggak apa-apa kok, ia kan juga butuh ‘ refreshing’.


Usia 11–12 bulan: beraksinya si tukang jalan

Pada usia ini, si kecil belajar berdiri dengan “cara” baru lagi. Dengan meluruskan tungkainya dari duduk, lalu mengangkat tubuhnya dengan bertumpu pada kedua tangannya. Maklum saja, otot lengan dan bahunya kan sudah makin kuat. Ia terlihat sangat bahagia karena bisa bolak-balik duduk, berdiri, dan duduk lagi. Begitu seterusnya...

Meski begitu, kepandaian yang paling menonjol sejak usia 11 bulan adalah ia sudah mampu berdiri sendiri dalam waktu sekitar 2 detik, tanpa bantuan apapun. Ini terjadi karena ia sudah pintar menjaga keseimbangan tubuh.

Nah, kepandaian si kecil tidak stop sampai di sini saja. Ia mulai mencoba melangkah. Dan, butuh waktu baginya untuk maju 2–3 langkah. Meski begitu, ia akan terus dan terus mencoba sampai akhirnya yakin betul kalau ia tidak akan terjatuh.

Memang, sebagian besar bayi usia 12 bulan telah siap berjalan. Walau begitu, kadang-kadang masih sedikit limbung. Mirip-mirip pemabuk yang sedang sempoyongan. Lama kelamaan, ia akan berhasil juga berjalan dengan tegak.

Boleh dibilang, berjalan dianggap sebagai salah satu tonggak bersejarah dalam perkembangan fisik anak. Bahkan, berjalan adalah puncak dari aktivitas motorik kasar dan tentu saja amat mengasyikkan bagi si kecil.

Bukan ukuran yang matematis...

Meski ada patokan usia perkembangan ini-itu, Anda jangan lantas terlalu kaku. Misalnya, usia 12 bulan, bayi Anda sudah harus berjalan. Bagaimanapun, setiap tahap perkembangan anak bisa saja berbeda-beda. Bisa jadi, si kecil sudah pintar berjalan pada usia 11 bulan. Atau, malahan ia baru bisa berjalan di usia 13 bulan.

Walaupun begitu, ada batasan usia bagi perkembangan motorik kasar anak. Misalnya saja, bila si buah hati Anda tak kunjung berjalan lewat usia 1,5 tahun, Anda sudah harus mulai curiga. Bukan tak mungkin, ada gangguan dalam perkembangannya. Makanya, memantau perkembangan si kecil plus punya Kartu Menuju Sehat is a must . Kartu ini berguna untuk memantau perkembangan motorik si kecil. Perkembangan motorik kasarnya terlambat atau sudah sesuai jadwal? Jika terlambat, secepatnya kunjungi dokter yang khusus menangani tumbuh kembang anak.

Laila Andaryani Hadis

Konsultasi ilmiah: dr. Rini Sekartini, Sp.A, Divisi Tumbuh Kembang Anak, Departemen Ilmu Kesehatan Anak, FKUI/RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar